


Sejak suaminya wafat semasa Covid-19, Bu Laila menjadi satu-satunya tulang punggung bagi dua anaknya. Dari warung kecil di depan rumah, ia membiayai sekolah anak-anaknya dengan penuh keteguhan.
Namun kini, rak warungnya mulai kosong. Modal usaha yang terbatas membuatnya tak mampu menambah stok barang. Pembeli berkurang, pendapatan menurun, sementara kebutuhan sekolah terus berjalan. Bu Laila tidak meminta dikasihani. Ia hanya membutuhkan tambahan modal agar warungnya kembali berputar agar dapur tetap mengepul dan anak-anaknya tetap bisa bermimpi.
Melalui program pemberdayaan ekonomi LAZISMU Peduli, bantuan Anda bukan sekadar donasi. Ia adalah modal usaha, keberlanjutan penghasilan, dan masa depan pendidikan dua anak yang sedang diperjuangkan.
Kebutuhan : Warung kecil itu sebenarnya tidak membutuhkan hal yang rumit. Ia hanya perlu diisi kembali. Rak yang hari ini kosong, perlu kembali penuh. Toples yang kini tinggal separuh, perlu kembali terisi. Agar pembeli datang lagi. Agar penghasilan kembali mengalir setiap hari.
Untuk bangkit, Bu Laila membutuhkan:
Total kebutuhan modal usaha yang diperlukan sebesar Rp5.500.000.
Bagi kita, mungkin ini setara pengeluaran beberapa hari. Namun bagi Bu Laila, ini adalah napas baru untuk usahanya. Ini adalah biaya sekolah anaknya yang tetap terjaga. Ini adalah dapur yang terus mengepul tanpa harus berhutang. Setiap rupiah yang Anda titipkan bukan sekadar donasi. Ia berubah menjadi beras yang terjual, keuntungan yang berputar, dan masa depan yang tetap berjalan.
Target : Warung Bu Laila hanyalah satu cerita.
Di luar sana, masih banyak ibu-ibu tangguh yang bertahan dengan warung kecil, jualan rumahan, dan usaha sederhana demi menjaga dapur tetap mengepul dan anak-anak tetap sekolah.
Melalui program pemberdayaan ekonomi LAZISMU Peduli, kita tidak hanya ingin membantu satu keluarga bangkit, kita ingin menghadirkan 20 kisah kebangkitan baru.
Target penggalangan sebesar Rp110.000.000 akan menjadi:
Bagi sebagian orang, Rp5.500.000 mungkin setara kebutuhan beberapa hari.
Namun bagi satu keluarga, itu adalah nafas panjang untuk bertahan dan bertumbuh. Mari hadirkan kembali harapan di warung kecil itu karena dari usaha kecil, lahir masa depan yang besar.
[KLIK DONASI SEKARANG]
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik